i̇şlek caddelere ve kafelerin olduğu kalabalık bir yere sikiş taşınmak isteyen genç çift bekar hayatı yaşadıkları porno huzurlu evlerinden daha sosyal imkanları olan bir porno izle mahalleye taşınmak isterler bu fikri sonrasında anal porno anında soyunmaya başlayan abla dediği kadını görünce yıllarca porno izle abla dememiş gibi onu tek celsede sikerek abla kardeş sex izle ilişkisine yüksek seks mahkemesinin kararıyla son brazzers verirler üvey kardeşlerin şehvetle sikiştiğini gören porno video mature ise boş durmaz ve onların bu eğlenceli ensest sikişmelerine kendisi konulu porno de dahil olur yine bir gün elinde poşetlerle eve gelir ders sex izle çalışmakta olan üvey oğluna yeni iç çamaşırlar aldığını bunları porno babasından önce ona göstermek istediğini söyler

Pasca Principal Candidacy Fulbright: Dari Tes GRE hingga Persiapan Keberangkatan ke Kampus Impian

Ni Komang Darmini adalah penerima beasiswa Fulbright Master’s Degree Program bidang studi Reading and Literacy – Early and Middle Childhood di Ohio State University tahun keberangkatan 2021.

Artikel ini awalnya muncul di indonesiamengglobal.com pada tanggal 17 Juli 2021.

Ni Komang Darmini, penerima beasiswa Fulbright tahun 2021

Proses seleksi beasiswa Fulbright memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan beasiswa lainnya. Setelah dinyatakan lolos seleksi interview dan ditetapkan sebagai principal candidate, ternyata kita masih harus melalui tes GRE dan TOEFL, menentukan prioritas universitas, hingga mencari jalan untuk menutup shortfall biaya perkuliahan. Ni Komang Darmini, seorang Fulbrighter tahun 2021, menceritakan perjalanannya setelah menjadi principal candidate di artikel berikut.

***

Pada tanggal 23 Juli 2020, saya melaksanakan interview beasiswa Fulbright secara daring yang cukup menegangkan. Bagamana tidak, hari itu merupakan kali pertama bagi saya lulus sampai tahap ini setelah melalui banyak kegagalan di proses seleksi awal berbagai jenis beasiswa. Pada saat interview yang berlangsung sekitar 45 menit tersebut, saya mampu menjawab semua pertanyaan dengan lancar. Sekitar dua bulan kemudian, atau pada 8 September 2020, saya mendapat sebuah email yang menyatakan bahwa saya lulus dan ditetapkan sebagai Principal Candidate beasiswa Fulbright 2021. Sayapun seketika bersujud syukur dan bergegas memeluk ibu saya dengan penuh suka cita. Tapi, saya segera ingat, tantangan besar ada di depan mata: saya harus mengikuti dua jenis tes dengan tingkat kesulitan yang tinggi yaitu TOEFL iBT dan GRE.

Menghadapi TOEFL iBT dan GRE

Sekitar 3 minggu setelah ditetapkan sebagai Principal Candidate, saya dijadwalkan mengikuti tes TOEFL iBT pada 29 September dan GRE pada 6 Oktober 2020. Karena kondisi pandemi COVID-19 yang masih merebak, pihak AMINEF memutuskan bahwa semua kandidat melaksanakan tes secara daring dari rumah masing-masing (TOEFL and GRE Home edition). Semua proses administrasi diselesaikan oleh AMINEF, sehingga kandidat hanya perlu menyiapkan diri dan kebutuhan teknis saat melaksanakan tes.

Pada 1 Oktober 2020, AMINEF memberitahukan bahwa saya terpilih sebagai peserta yang bisa mengikuti pelatihan daring persiapan menghadapi GRE dan TOEFL iBT selama satu bulan dari KAPLAN Edupac. Tanpa berpikir panjang, saya menyetujui untuk ikut pelatihan dan mengirimkan segala dokumen yang diminta. Tepat sehari setelah tes GRE pertama saya pada pada 6 Oktober 2020, kelas pertama pelatihan tersebut dimulai. Selama satu bulan penuh, semua kandidat mendapat pelatihan belajar bersama para tutor dan native speaker yang sangat berpengalaman dalam mengajarkan TOEFL iBT dan GRE. Waktu belajar pelatihan ini adalah dari pukul 08.00 WIB hingga 12.15 WIB pada hari Senin sampai Kamis dan pukul 08.00 WIB hingga 11.15 WIB pada hari Jumat.

Pelaksanaan TOEFL dan GRE Home Edition (penulis)

Tak lama setelah pelatihan, saya menerima nilai tes pertama. Hasilnya seperti yang saya duga, kurang memuaskan. Saya mendapat skor 81 untuk TOEFL iBT dan 140 (verbal), 146 (quantitative) dan 2,5 (analytical writing) untuk tes GRE. Kemudian, sayapun dijadwalkan untuk mengikuti tes TOEFL dan GRE kedua masing-masing pada tanggal 16 dan 30 November 2020 oleh AMINEF. Dengan kesempatan yang masih saya miliki, saya belajar siang dan malam agar bisa mendapatkan nilai yang tinggi dan tidak perlu mengulang tes lagi.

Benar kata orang, hasil tidak akan mengkhianati usaha. Berkat disiplin dan semangat saya dalam menyiapkan diri, hasil tes kedua sangat memuaskan. Saya memperoleh skor 100 untuk TOEFL iBT, sementara skor tes GRE saya juga mengalami peningkatan walaupun tidak sesignifikan nilai TOEFL. Dari awal saya memang memprioritaskan diri untuk TOEFL karena nilai ini yang menentukan proses penerimaan di universitas yang saya tuju. Nilai tes GRE sendiri bersifat optional dalam proses tersebut.

Teman-teman perlu tahu, berdasarkan informasi dari para Fulbrighter, AMINEF akan membiayai tes selama itu merupakan rekomendasi dari Institute of International Education (IIE). Beberapa kandidat bahkan harus melalui 3 kali tes. Nah, tips yang sangat mebantu saya di tahap ini adalah “rajin dan tekun berlatih serta tau memprioritaskan nilai yang ingin ditingkatkan.”

The American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) adalah komisi bilateral Fulbright untuk Indonesia

Tahap Submission Plan

AMINEF mengirim Submission Plan kepada saya pada tanggal 2 November 2020. Dalam dokumen tersebut, terdapat 4 nama universitas beserta nama jurusan sesuai dengan yang  saya inginkan. Keempat universitas tersebut sebagian diambil dari list kampus yang saya pilih saat mendaftar, dan sebagian lainnya adalah rekomendasi dari IIE.

Pada awalnya saya memilih 4 universitas, yaitu:

  1. University of Georgia
  2. The University of Illinois at Urbana Champaign
  3. University of North Carolina
  4. Millersville University

Sementara, di Submission Plan yang saya terima tertulis:

  1. Ohio State University
  2. Binghamton University
  3. University of Georgia
  4. University of Illinois at Urbana Champaign

Email pemberitahuan Submission Plan dari IEE (penulis)

Tugas yang diberikan pada tahap ini adalah menentukan apakah saya menyetujui plan tersebut atau tidak. Jika iya, saya harus mengurutkan universitas sesuai dengan prioritas pilihan. Setelah melakukan pencarian lebih dalam, saya menyetujui plan dari IIE dan prioritas kampus pilihan saya adalah:

  1. Ohio State University
  2. The University of Illinois at Urbana Champaign
  3. University of Georgia
  4. Binghamton University

Kandidat harus mencari informasi lebih dalam tentang kampus-kampus di Submission Plan. Belajar dari pengalaman, IIE memilihkan kampus terbaik untuk saya sesuai dengan isi personal statement dan study objective. Nah, jika sekiranya ada kandidat yang memiliki pilihan utama kampus berbeda, para kandidat akan diarahkan untuk melakukan Direct Apply (melakukan pendaftaran mandiri) dengan tetap melakukan komunikasi dengan AMINEF.

Submission Result dan Shortfall

Berita yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Pada tanggal 4 Februari 2021, AMINEF memberi informasi bahwa saya diterima di universitas pilihan pertama saya, yaitu Ohio State University (OSU). Saya sangat bahagia membacanya. Akan tetapi, dalam isi email juga ditulis bahwa ada shortfall sebesar $26,531 dalam satu tahun. Tanpa ragu-ragu, saya lantas menyatakan bahwa saya tidak sanggup menutup shortfall dan akan menunggu informasi selanjutnya. Selang waktu sebulan, sebuah kabar baik datang. Ohio State University mau memberikan bantuan pendanaan, namun masih ada shortfall sebesar $2,818 per tahun. Lagi-lagi saya menyatakan belum mampu menutup shortfall yang ada. Saya pun menunggu informasi selanjutnya sembari berharap ada jalan untuk membantu saya dalam hal ini.

Pada tanggal 15 Maret 2021, AMINEF akhirnya menginformasikan bahwa ada berita dari IIE yang menyatakan bahwa saya mendapat beasiswa International Teacher Education Scholarship oleh Alpha Delta Kappa Foundation sebanyak $10,000. Dengan demikian, saya bisa melanjutkan studi saya di Ohio State University tanpa shortfall.

Ucapan selamat setelah proses shortfall berakhir, sekaligus menyatakan bahwa saya resmi diterima di universitas pilihan pertama saya (penulis)

Tips yang sungguh bermanfaat pada tahap ini adalah bersabar dan yakin bahwa IIE akan berusaha mencarikan jalan keluar dari shortfall yang kita hadapi. Berdasarkan pengalaman para Fulbrighter sebelumnya, shortfall mereka bisa diselesaikan dengan bantuan dari kampus atau sumber pendanaan dari beasiswa lainnya yang diurus oleh IIE.

Pengurusan Dokumen Keberangkatan

Setelah menerima placement di OSU, pihak AMINEF segera meminta kandidat untuk melengkapi dokumen seperti passpor, medical form dan support letter. Pada saat melengkapi medical form, beberapa hal yang harus dilakukan adalah menjalani medical check-up lengkap dan memperoleh vaksin (DPT, MMR, Covid-19) serta surat riwayat imunisasi semasa bayi. Jumlah vaksinasi bisa bertambah sesuai kebijakan kampus yang dituju. Setelah melengkapi medical form, AMINEF akan mengirimkan Terms of Appointment (TOA) yang berisi semua detil tentang beasiswa yang didapatkan, termasuk tanggal arrival di Amerika. Selanjutnya, saya hanya perlu menunggu semua jadwal orientasi,  pengurusan visa, dan segala hal yang berkaitan dengan persiapan keberangkatan dan studi.

Yeiii, America I am coming!

This is a very long journey, so be patient and enjoy it!

***

Last Updated: Aug 5, 2021 @ 10:28 am

WordPress Video Lightbox