i̇şlek caddelere ve kafelerin olduğu kalabalık bir yere sikiş taşınmak isteyen genç çift bekar hayatı yaşadıkları porno huzurlu evlerinden daha sosyal imkanları olan bir porno izle mahalleye taşınmak isterler bu fikri sonrasında anal porno anında soyunmaya başlayan abla dediği kadını görünce yıllarca porno izle abla dememiş gibi onu tek celsede sikerek abla kardeş sex izle ilişkisine yüksek seks mahkemesinin kararıyla son brazzers verirler üvey kardeşlerin şehvetle sikiştiğini gören porno video mature ise boş durmaz ve onların bu eğlenceli ensest sikişmelerine kendisi konulu porno de dahil olur yine bir gün elinde poşetlerle eve gelir ders sex izle çalışmakta olan üvey oğluna yeni iç çamaşırlar aldığını bunları porno babasından önce ona göstermek istediğini söyler

TEFL Certificate dan Pengalaman Mengajar di Amerika Serikat

Hallo Semuanya!

Perkenalkan saya Yustika Sari, salah satu peraih beasiswa Fulbright tahun 2013. Tahun 2015 ini saya menyelesaikan program Master selama 2 tahun di Ohio University (OU) jurusan Applied Linguistics.

Melalui artikel ini, saya ingin berbagi pengalaman saya ketika mengambil sertifikat TEFL dan magang selama program studi jenjang Master yang saya tempuh.

Apakah Sertifikat TEFL itu?

Sertifikat TEFL (Teaching English as a Foreign Language) adalah sertifikat resmi yang perlu dimiliki untuk dapat mengajar Bahasa Inggris kepada non-native English speakers. Pada umumnya orang berlomba-lomba untuk mendapatkan sertifikat ini untuk bisa mengajar Bahasa Inggris di luar negeri. Untuk mendapatkan TEFL certificate itu sendiri, calon guru harus mengikuti program kursus TEFL baik secara online atau reguler di dalam kelas.

Sertifikasi TEFL di Ohio University

Sertifikat TEFL yang saya peroleh dikeluarkan oleh Department of Linguistics, Ohio University.

Ada 5 mata kuliah wajib yang harus diambil untuk mendapatkan sertifikat ini, diantaranya “Introduction to Linguistics”, “Second Language Acquisition”, “Methods and Materials”, “Online Grammar”, dan “Teaching Practicum”. Semua mata kuliah ini bertujuan untuk membekali calon guru dengan teori dan praktek mengajar, analisa komponen bahasa, serta rencana pembelajaran (lesson plans).

Karena sertifikasi TEFL ini berbeda dengan jenjang Master yang saya ambil, maka saya harus pintar-pintar membagi waktu.

Jumlah SKS yang saya ambil per-semester di OU rata-rata adalah 12. Jadi dengan keputusan mengambil sertifikat ini, saya harus menambah jumlah SKS, yang artinya juga menambah beban tugas. Tapi, setelah dijalani ternyata tidak sesusah yang dibayangkan. Apalagi beberapa mata kuliah yang diwajibkan untuk sertifikat TEFL ini juga menjadi mata kuliah wajib di jenjang Master yang saya ambil.

Pengalaman Mengajar di Amerika Serikat

Kesempatan mengajar Bahasa Inggris di Ohio University dimulai ketika saya mengambil mata kuliah LING 4920 (Teaching Practicum) sebagai bagian dari sertifikasi TEFL. Di sini saya diberi tanggung jawab untuk mengajar di program “English for All” (EFA). EFA adalah kursus Bahasa Inggris bagi non-native English speakers di bawah naungan English Department, OU. Program ini berlangsung selama satu semester atau 14 minggu (2 kali pertemuan dalam seminggu). Rata-rata siswanya berasal dari Timur Tengah, Cina, Jepang, dan sebagian lainnya dari Eropa.

Di praktikum ini, saya mengajar kelas Beginner (pemula) melalui metode group teaching bersama dua rekan saya orang AS maupun individual teaching. Kelas Pemula dianggap sebagai kelas yang paling menantang karena sebagian besar siswa hanya memiliki kemampuan dasar dalam Bahasa Inggris atau bahkan tidak sama sekali. Menarik, kan?

Melalui program ini saya belajar banyak tentang materi pengajaran, pembuatan lesson plans, kerjasama tim, serta pemahaman budaya dan cara kerja orang lain.

Teaching Support di Ohio University

Setelah menyelesaikan teaching practicum, Alhamdulillah saya mendapat evaluasi positif dari dosen pembina dan diberi tawaran untuk menjadi Teaching Support untuk program EFA semester berikutnya. Tentunya saya sangat senang dan menerima kesempatan emas ini.

Akan tetapi, sebagai seorang Fulbrighter, kita harus mendapatkan ijin khusus jika akan bekerja. Untuk kasus saya, sudah sedikit terlambat dikarenakan saya sudah berada di semester terakhir. Oleh karena itu, dengan saran dari dosen Pembina saya mendaftar untuk mata kuliah “Studies in Linguistics” sebanyak 3 SKS. Dengan demikian, status saya dianggap sebagai internship oleh pihak sekolah dan oleh karenanya tidak dibayar.

Tugas saya meliputi membantu mengevaluasi lesson plans, mempersiapkan pre-test bagi calon siswa, dan membantu penyelenggaraan teacher workshops. Hal yang paling berkesan adalah kesempatan untuk bisa mengobservasi setiap kelas (beginner, intermediate, dan advanced class). Jika sebelumnya saya menjadi guru, sekarang tugas saya adalah menjadi observer dan evaluator. Saya harus berada di kelas dan memantau serta mencatat hal-hal penting selama proses belajar-mengajar.

Setelah kelas berakhir, saya dan guru yang bertugas saling bertukar pendapat tentang hal-hal yang terjadi di dalam kelas. Awalnya saya canggung dan tidak percaya diri karena kebanyakan gurunya adalah native speaker. Saya tidak yakin mereka mau mendengar saran dan evaluasi saya.

Tapi ternyata saya salah! Justru mereka sangat kooperatif dan menghargai saran saya yang bukan native speaker.

Salah satu hal yang selalu saya terapkan adalah memulai evaluasi dengan menanyakan pendapat guru itu sendiri terhadap apa yang terjadi di kelas mereka. Setelah itu saya mulai memberi evaluasi dengan menggunakan sandwich technique, yaitu sebuah teknik evaluasi yang dimulai dengan pujian, diikuti dengan masukan/saran, dan ditutup kembali dengan evaluasi positif.

Singkat kata, semua pengalaman yang saya dapatkan selama sangat berkesan dan berharga. Saya sangat berterima kasih kepada Fulbright atas kelonggaran yang diberikan sehingga memungkinkan saya untuk melakukan hal apapun yang positif selama di Amerika, selama saya bisa memenuhi kewajiban sebagai grantee dan mahasiswa.

Dengan demikian, dalam waktu 2 tahun saya berkuliah di Amerika Serikat, saya tidak hanya mendapatkan gelar S2 tetapi juga sertifikat TEFL dan pengalaman kerja yang tidak terlupakan.

Pesan saya untuk kamu semua yang (nantinya) berkesempatan kuliah di Amerika Serikat atau dimanapun, gunakanlah waktumu sebaik-baiknya. Ambil dan cobalah semua kesempatan yang ada di sekitarmu untuk mengembangkan diri dan jangan takut untuk mengenal dan membaur dengan lingkungan dan budaya sekitar. Grab the golden opportunity!

Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih.

Catatan: Jika kalian tertarik melihat portofolio yang saya buat selama mengajar di EFA, Ohio University, silakan kunjungi kunjungi tautan ini: http://yustikateflportfolio.blogspot.com/

Last Updated: Jan 4, 2019 @ 12:35 pm

WordPress Video Lightbox